SEJARAH PERJUANGAN BANGSA DAN SEMANGAT KEBANGSAAN

SEJARAH PERJUANGAN BANGSA DAN SEMANGAT KEBANGSAAN

I.PENDAHULUAN
Uraian dalam makalah ini akan dipusatkan pada pembahasan sejarah perjuangan bangsa dan semangat kebangsaan yang tumbuh untuk mencapai kemerdekaan hingga terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apa dan mengapa perlu mengetahui dan mengembangkan sejarah peruangan dan semangat kebangsaan dalam pendidikan kewarganegaraan? Tugas Pkn, khususnya dalam mengembangkan pendidikan demokrasi, adalah mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence), tangung jawab warga negara (civic responsibility) dan partisipasi warga negara (civic participation). Kecerdasan warga negara yang dikembangkan untuk membentuk warga negara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional melaikan juga dalam dimensi spiritual, emosional dan sosial.
Agar semua ciri warga negara dalam paradigma baru Pkn yang multidimensional ini dapat terwujud dan tercapai, maka aspek sejarah kebangsaan dari warga negara tidak boleh dilupakan. Karena dengan mengetahui dan mau belajar sejarah, maka suatu bangsa diharapkan dapat bersikap dan berperilaku cerdas baik secara rasional, spiritual, emosional maupun sosial. Sasaran lebih jauh, seseorang yang mengetahui dan mau belajar dari sejarah, yakni mengambil makna dan hikmah dari sejarah maka akan semakin bijak dalam bertindak dan mahir dalam mengambil keputusan.
Sejarah perjuangan bangsa dan semangat kebangsaan suatu bangsa akan terus dipelajari, dipelihara dan diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. Hal ini akan dilakukan oleh bangsa manapun karena apabila suatu bangsa tidak mengetahui sejarah bangsanya sendiri, maka bangsa tersebut akan kehilangan arah kehidupan menuju masa depan. Presiden Soekarno pernah menyatakan bahwa “bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghormati jasa-jasa para pahlawan”. Dari pernyataan ini tersirat betapa pentingnya generasi sekarang mengetahui sejarah bangsanya. Oleh karena itu dalam pendidikan kewarganegaraan, sejarah perlu dibelajarkan dan dikaji secara kritis sedangkan semangat kebangsaan perlu terus dipelajari dan disegarkan karena dimensi ini akan mengalami pasang surut. Suatu praktek kehidupan masyarakat yang demokratis tidak diturunkan dengan sendirinya melainkan harus dipelajari melalui proses pendidikan.
Pentingnya pengetahuan sejarah bagi suatu bangsa tidak diragukan lagi. Namun ada hal lain yang lebih penting untuk kepentingan proses pembelajaran, pengetahuan dan penerapan, yakni proses pembentukan peserta didik agar menjadi warga negara yang mengetahui sejarah bangsanya dan mau bersikap yang menunjukkan rasa semangat kebangsaan yang besar dan belajar dari sejarah pelaksanaan proses pembelajaran ini merupakan tugas kita.

II.RUMUSAN MASALAH
A.      Apa, Kapan dan Bagaimana Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia dan Semangat Kebangsaan?
B.       Apa dan Mengapa Terjadi Perjuangan Kebangsaan?
C.      Apa dan Untuk Apa Sejarah Perjuangan Bangsa dan Semangat Kebangsaan?
D.      Bagaimana Penerapan Semangat Kebangsaan dalam Kehidupan Sehari-hari?

III.PEMBAHASAN
A.      Apa, Kapan Dan Bagaimana Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia dan Semangat Kebangsaan?
Ada dua substansi pertanyaan materi dalam uraian di bawah ini. Pertama, apa, kapan dan bagaimana sejarah perjuangan bangsa Indonesia itu? Kedua, apa dan untuk apa semangat kebangsaan itu? Untuk menjawab pertanyaan itu, terlebih dahulu perlu ada pembatasan pengertian atau istilah dalam membahas sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan semangat kebangsaan ini. Ada dua konsep kunci (key concept), yaitu perjuangan bangsa dan kebangsaan. Istilah ini sudah banyak diterapkan dalam berbagai konteks atau aktivitas. Setidaknya ada tiga pengertian perjuangan secara harfiah:
1)      Istilah perjuangan identik dengan perkelahian untuk merebut sesuatu atau peperangan untuk mencapai dan mempertahankan kemerdekaan;
2)      Perjuangan berarti usaha yang penuh dengan kesulitan dan bahaya;
3)      Dalam konteks politik, perjuangan berarti wujud interaksi sosial, termasuk persaingan, pelanggaran dan konflik.
Sedangkan konsep kebangsaan menunjukkan ciri-ciri yang menandai golongan bangsa (nation) atau kesadaran diri sebagai warga negara dari suatu negara tertentu. Faham yang mendasarkan diri pada perasaan kebangsaan, atau ajaran untuk mencintai bangsa dan negara sendiri disebut nasionalisme. Termasuk dalam kategori manakah pengertian perjuangan bangsa Indonesia dalam konteks sejarah yang akan diuraikan di bawah ini? Untuk menjawab pertayaan ini ada baiknya mengikuti uraian berikut ini.
Dua konsep, perjuangan bangsa Indonesia dan semangat kebangsaan, sebenarnya tidak dapat dipisahkan dalam proses perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Peristiwa sejarah yang menunjukkan perjuangan dan semangat kebangsaan terjadi secara bersamaan dan tidak dapat dipisahkan. Hal yang perlu ada pembatasan adalah sejak kapan dimulainya perjuangan bangsa Indonesia dan munculnya semangat kebangsaan itu? Mengingat terlalu luasnya istilah perjuangan bangsa Indonesia, maka dalam pembahasan ini perjuangan bangsa Indonesia yang dimaksud adalah perjuangan bangsa Indonesia melalui pergerakan rakyat dan organisasi kemasyarakatan maupun politik untuk menjadi suatu bangsa dan negara yang merdeka. Apabila pembatasan ini yang dijadikan kriteria maka pembahasan sejarah perjuangan dimulai sejak munculnya kesadaran berbangsa atau kebangkitan nasional, yakni sejak awal abad ke -20 dan mencapai puncaknya pada tanggal 17 Agustus 1945 yakni saat diproklamirkannya kemerdekaan Negara Republik Indonesia oleh Ir Soekarno.
Menurut Surdjomihardjo (1989), perjuangan bangsa untuk mencapai kemerdekaan di negara-negara Asia yang pernah mengalami proses penjajahan, pada umumnya mencapai puncaknya pada pertengahan abad ke -20, yakni melalui proses dekolonisasi antara tahun 1945 - 1955. Negara-negara yang merdeka pada periode tersebut selain Indonesia adalah Libanon dan Syria (21 Juni 1945), Yordania (22 Maret 1946), Filipina (4 Julu 1946), India dan Pakistan (15 Agustus 1947), Burma atau Myanmar (4 Januari 1948), Srilanka (4 Februari 1948), Indo Cina atau Vietnam (20 Juli 1954). Dan masih banyaklagi Negara-negara lain yang merdeka terutama setelah diadakannya Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1955.
Perjuangan untuk melepaskan diri dari kungkungan penjajah telah dilakukan diberbagai daerah di nusantara jauh sebelum abad ke -20. Hanya perjuanganya belumlah bersifat nasional aatau kebangsaan untuk membentuk suatu negara bangsa. Perjuangan dilakukan oleh sejumlah kerajaan untuk mengusir penjajah dari daerah/kerajaan tertentu secara lokal sehingga sering disebut perjuangan kedaerahan/lokal.
Pada tahun 1920-an, ada lagi peristiwa penting terjadi dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia menuju suatu negara kesatuan adalah munculnya sebagai organisasi pemuda dari berbagai wilayah di nusantara yang menyatakankeinginan untuk bersatusebagai suatu bangsa. Garakan ini kemudian diawali dengan berdirinya Jong Jva yang disebut juga Tri Koro Dharmo (Tiga Tujuan Mulia). Perkumpulan pemuda ini merupakan perkumpulan kaum kaum laki-laki pertama yang didirikan di jakarta tahun 1915. Selanjutnya disusul pula oleh Jong Sumatranen Bond yang didirikan tahun 1917. Tujuannya adalah memperkokoh hubungan ikatan diantara murid-murid asal sumatra dan menanam keinsyafan bahwa mereka kelak akan menjadi pemimpin. Jong Islamietan Bond (JIB), ialah perkumpulan baru yang didirikan oleh orang-orang yang keluar dari Jong Java yang merasa gagal memajukan Islam dalam wadah Jong Java. JIB yang diketahui oleh R.Sam dan Haji Agus Salim sebagai penasihat bertujuan memajukan tentang Islam, hidup secara Islam dan persatuan Islam. Perkumpulan pemuda lainya yang berdasarkan kedaerahan meliputi Jong Minahasa, Jong Ambon dan Jong Celebes.
Upaya kelompok pemuda yang dirintis sejakmlama itu mencetuskan sita-citanya dalam suatu Kongres Pemuda ke II di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928. Isi pernyataan para pemuda yang berasal dari seluruh organisasi kepemudaan ini menanamkan suatu cita-cita Indonesia Besatu.
Isi pernyataan yang dikenal pula dengan istilah Sumpah Pemua itu berbunyi:

 KAMI BANGSA INDONESIA MENGAKU BERTANAH AIR YANG SATU TANAH AIR INDONESIA, KAMI BANGSA INDONESIA MENGAKU BERBANGSA YANG SATU BANGSA INDONESIA, KAMI BANGSA INDONESIA MENGAKU BERBAHASA SATU BAHASA INDONESIA.

B.       Apa dan Mengapa Terjadi Perjuangan Kebangsaan?
Bangsa, seperti yang dikemukakan oleh Ernest Renan, adalah sekelompok masyarakat yang bersatu atau dipersatukan  oleh adanya persamaan nasib dan pengalaman di masa lampau dan mempunyai cita-cita serta tujuan yang sama untuk kehidupan di masa depan. Definisi ini sangat tepat apabila diterapkan untuk kondisi bangsa Indonesia. Sehingga adanya perjuangan dari seluruh rakyat Indonesia untuk membentuk suatu bangsa (Indonesia), pada hakekatnya karena ada persamaan nasib, yakni sebagai orang-orang yang terjajah oleh bangsa barat.
Hampir semua orang yang di wilayah nusantara ini merasakan bagaimana sakit dan penderitaan selama dalam alam penjajahan. Misalnya, tanam paksa (culture stelsel) oleh Van Der Bosch tahun 1828, seorang Gubernur Jenderal kepercayaan Ratu Wilhelm І dalam pemerintahan Hindia Belanda. Sistem tanam paksa mewajibkan rakyat menanami sebagian dari sawah dan atau ladangnya dengan tanaman yang ditentukan oleh pemerintah Hindia Belanda dan hasilnya diserahkan kepada pemerintah Hindia Belanda.
Adapun pokok-pokok peraturan tanam paksa itu sebagai berikut:
1)        Petani diwajibkan menyediakan 1/5 dari tanahnya yang akan ditanami oleh tanaman wajib, yang akan diperdagangkan oleh pemerintah. Tanaman wajib itu berupa taruma (nila), tebu, tembakau, kopi.
2)        Hasil tanaman wajib diserahkan kepada pemerintah dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemrintah.
3)        Tanah yang dikenakan tanaman wajib dibebaskan dari pajak tanah.
4)        Tenaga yang diperuntukkan bagi pemeliharaan tanaman wajib, tidak boleh melebihi tenaga kerja demi penggarapan tanah.
5)        Mereka yang tidak memiliki tanah, dikenakan wajib kerja diperkebunan selama 65 hari setahunnya.
6)        Kerusakan tanaman wajib diluar kesalahan petani ditanggung oleh pemerintah.
Namun demikian, ditengah-tengah penderitaan rakyat Indonesia akibat praktek cultur stelsel sedangkan di negeri belanda sendiri terjadi proses pembangunan besar-besaran hasil keringat rakyat di nusantara yang mengalami proses pembodohan dan pemiskinan, muncul pula suara-suara yang ingin membela rakyat jajahan di parlemen Belanda terutama dari partai liberal yang memenangkan pemilu pada saat itu. Orang-orang yang menaruh simpatik atas penderitaan rakyat di nusantara itu adalah:
1)      Baron Van Houvell, seorang pendeta yang bekerja bertahun-tahun di wilayah nusantara sehingga tahu kondisi rakyat di tanah air saat ini. Ketika kembali ke nageri Belanda, ia menjadi anggota parlemen dan membeberkan tentang kesengsaraan rakyat di Indonesia.
2)      Eduard Douwes Dekker, terkenal dengan nama samaran Multatuli, bekas Asisten Residen Lebak yang minta berhenti karena tidak tahan dengan kesengsaraan rakyat lebak akibat penjajahan Belanda. Dalam bukunya “Max Hevelaar” yang ditulis tahun 1860 menggambarkan bagaimana penderitaan rakyat Banten akibat penjajahan Belanda.
3)      Mr. Van Deventer, yang gigih berani membela kepentingan rakyat Indonesia dan berpendapat bahwa Belanda mempunyai hutang budi kepada seluruh rakyat Indonesia. Hutang ini harus dibayar oleh Belanda dan ia mengusulkan agar Belanda menerapkan Etische Politik, ialah politik balas budi yang terdiri atas tiga progam: edukasi, transmigrasi, dan irigasi. Semua program ini hendaknya dilaksanakan hanya semata-mata untuk mmembantu rakyat indonesia. Namun kenyataannya jauh dari harapan rakyat Indonesia yang selama ini telah diharapkan dan dinantikan.
Sejak inilah muncullah kesadaran berbangsa dan bernegara bagi rakyat di nusantara yang sama-sama dalam penjajahan. A.K. Pringgodogdo (1991) membagi masa perjuangan di Indonesia atas lima dimensi, yakni:

1)      Pergerakan politik;
2)      Pergerakan Serekat Sekerja;
3)      Pergerakan keagamaan;
4)      Pergerakan wanita; dan
5)      Pergerakan pemuda.[1]

C.      Apa dan Untuk Apa Sejarah Perjuangan Bangsa dan Semangat Kebangsaan?
1)   Sejarah bangsa
Sejarah bangsa kita telah mencatat tonggak-tonggak keberhasilan perjuangan para patriot bangsa, baik perjuangan sebelum tahun 1908 maupun perjuangan sesudah tahun 1908. Puncak keberhasilan perjuangan tersebut adalah proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.
Sejarah telah mencatat pula peristiwa-peristiwa politik yang ditunjukkan oleh putra-putra bangsa pada saat perang mempertahankan kemerdekaan baik pada Agresi Militer I sejak tanggal 21 Juli 1947 maupun yann kedua sejak tanggal 19 Desember 1948. Kini bangga kita tengah dituntut untuk melaksanakan reformasi dalam segala bidang kehidupan untuk meningkatkan harkat, martabat, dan kesejahteraan bangsa Indonesia.
2)   Pasal 30 UUD 1945
Dalam pasal 30 (ayat 1) UUD 1945 ditentukan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Oleh karena itu, secara tersirat UUD 1945 mewajibkan kepada kita untuk mengembangkan dan mengamalkan nilai-nilai semangat kebangsaan.
Pada uraian diatas,kita telah mengenal kapan dan bagaimana munculnya perjuangan bangsa Indonesia untuk membentuk suatu bangsa dengan semangat kebangsaan serta latar belakangnya. Dapatkah kita menyimpulkan makna peristiwa kebangkitan nasional tersebut? Dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya membentuk suatu “Nation” dapat disimpulkan bahwa pengaruh pendidikan atas kesadaran sebagai bangsa sangatlah besar. Bahkan munculnya semangat kebangsaan dalam diri setiap tokoh pergerakan kebangsaan, secara tidak langsung merupakan dampak dari pendidikan yang merupakan program dari politik etis (Etische Politic). Dari sejarah ini pun kita dapat mengambil pelajaran betapa pentingnya kita belajar dari sejarah (pengalaman) bangsa kita dalam upaya membangkitkan semangat kebangsaan.[2]
Memahami dan mengerti sejarah sangat penting bagi suatu bangsa tersebut dapat mengambil hikmah (pelajaran) dari masa lalu tersebut. Sebagaimana telah di uraikan terdahulu bahwa sejarah merupakan peristiwa politik pada masa lalu dan peristiwa politik pada masa kini akan menjadi sejarah pada maa mendatang. Oleh karena itu, tidak diragukan lagi para siswa perlu dilatih bagaimana dalam belajar PKn dapat mengambil makna dari sejarah perjuangan bangsa untuk dijadikan pelajaran pada masa kini dan esok. Dengan demikian, semangat kebangsaan, cinta tanah air dan peradaban yang telah dipupuk melalui proseswaktu yang lama akan tetap terpelihara dan semakin maju.
3) Kesadaran Berbangsa
Munculnya kesadaran berbangsa dan bernegara bagi rakyat nusantara yang sama-sama dalam penjajahan ditandai oleh masa perjuangan kebangsaan di Indonesia yang terbagi atas lima dimensi, yakni:
1)      Pergerakan Politik;
2)      Pergerakan Sarekat Sekerja;
3)      Pergerakan Keagamaan;
4)      Pergerakan Wanita; dan
5)      Pergerakan Pemuda.
Pergerakan pada masa penjajahan belanda ini dibagi menurut kurun waktu sebagai berikut:
1)        Pada masa 1908-1920 di tandai oleh munculnya organisasi-organisasi Indonesia yang terdiri atas Budi Utomo, Sarekat Islam, perkumpulan-perkumpulan berdasarkan kedaerahan dan perkumpulan campuran;
2)        Pergerakan politik pada masa 1920-1942 untuk organisasi Indonesia meliputi Partai komunis Indonesia, Sarekat Islam, Budi Utomo, Perhimpunan Indonesia, studieclub-studieclub, partai Nasional Indonesia, perkumpulan yang berdasarkan ke daerahan, dan golongan berdasarkan keagamaan;
3)        Pergerakan Politik pada maa 1930-1942 meliputi Pendidikan Nasional Indonesia, Partai Indonesia, Gerindo, Partai Persatuan Indonesia, Budi Utomo, Partai Rakyat Indonesia, Persatuan Bangsa Indonesia, Partai Indonesia Raya, PSII, Parii,Penyedar, PII, dan PSII ke-2, perkumpulan berdasarkan kedaerahan, golongan berdasarkan keagamaan, GAPI dan Majelis Rakyat Indonesia.

Melalui organisasi politik, perjuangan bangsa Indonesia pada hakekatnya bertujuan untuk menapai kemerdekaan dari penjajahan asing karena mereka sadar akan nasibnya yang sedang dijajah sehingga kondisinya, miskin, bodoh dan tidak ada kebebasan untuk menentukan nasibnya sendiri. Karena itulah, muncul berbagai gerakan yang mengarah pada upaya untuk mempersatukan diri melawan penjajahan dengan berbagai taktik perjuangan yang dilandasi oleh semangat kebangsaan dan nasionalisme yang kuat.
Penagertian semangat kebangsaan, merupakan perpaduan atau sinergi dari rasa kebangsaan dan paham kebangsaan. Dengan semangat kebangsaan yang tinggi, kekhawatiran akan terjadinya ancaman terhadap keutuhan dan kesatuan bangsa akan dapat dielakkan. Dari semangat kebangsaan akan mengalir rasa kesetiakawanan sosial, semangat rela berkorban, dan dapat menumbuhkan jiwa yang bersih. Rasa kesetiakawanan sosial akan mempertebal semangat kebangsaan suatu bangsa. Semangat rela berkorban adalah kesediaan untuk berkorban demi kepentingan yang besar atau demi negara dan bangsa telah mengantarkan bangsa Indonesia untuk merdeka. Bagi bangsa yang ingin maju dalam mencapai tujuannya, selain memiliki semangat kebangsaan, juga harus didukung dengan jiwa yang bersih yang tinggi. Jiwa yang bersih akan melekat pada diri seseorang, manakala orang tersebut tahu untuk apa mereka berkebangsaan.[3]
Bahwa jiwa yang bersih dan semangat kebangsaan yang kuat merupakan faktor penting untuk mencapai banyak macam tujuan, baik itu dalam bidang ekonomi, politik, militer, social dan bahkan olahraga. Pengaruh uang dan benda memang tak dapat diabaikan pada zaman serba global seperti sekarang ini, tetapi tidak dengan sendirinya dan tidak selamanya pemilikan uang dan benda menjamin pencapaian tujuan. Malahan sebaliknya, sekalipun ada uang dan benda, tetapi tanpa kekuatan jiwa yang bersih dan semangat kebangsaan jarang ada usaha mencapai tujuan dengan sukses.

D.      Bagaimana Penerapan Semangat Kebangsaan dalam Kehidupan Sehari-hari?
Kita harus selalu mengembangkan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, misalnya ketika zaman penjajahan, bangsa Indonesia mengalami penderitaan yang hebat dari penjajah. Penderitaan yang hebat ini melahirkan tekad untuk mengusir para penjajah dari tanah air Indonesia. Untuk mewujudkan tekad itu, bangsa Indonesia melawan para penjajah dengan penuh semangat kebangsaan, semangat kebangsaan untuk mengusir penjajah ini berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945 yang membuahkan hasil proklamasi kemerdekaan Indonesia.[4]
Penanaman semangat kebangsaan harus diberikan pada saat masih ber-usia dini, karena dengan demikian akan lebih mudah mengembangkan semangat kebangsaan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai suatu karakter semangat kebangsaan dalam berbangsa.
Mengembangkan nilai-nilai semangat kebangsaan tidak selamanya berjalan mulus. Kita harus siap menghadapi resiko-resiko yang mungkin timbul, seperti dianggap sok pahlawan atau dituduh mencari muka. Kita juga harus hati-hati mengembangkan semangat kebangsaan supaya tidak menjurus ke arah yang negatif, yaitu terlalu fanatik dengan segala hal yang berhubungan dengan diri kita sendiri.
Sikap semangat kebangsaan harus selalu diimbangi semangat kerjasama dan kebersamaan agar kita tidak jatuh pada sikap-sikap negatif, seperti selalu mengunggulkan keluarganya sendiri, mengunggulkan sekolahnya sendiri atau membela lingkungan RT/RW-nya secara membabi buta.
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, semangat kebangsaan harus selalu kita jaga agar tidak menjurus ke arah provinsialisme dan chauvinisme.
Namun juga kenyataannya bahwa cukup banyak manusia Indonesia yang tidak sanggup melawan penjajah dan memilih untuk berpihak kepadanya. Hanya manusia Indonesia dengan Semangat 1945 merupakan pengecualian yang cukup banyak jumlahnya dan kuat jiwa serta semangat kebangsaannya sehingga menjadi critical mass yang dapat menentukan mainstream atau arus utama perjuangan kemerdekaan. Tanpa peran Generasi Pejuang 1945 tidak mungkin terwujud Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat.
Sikap dan perilaku yang mencerminkan rasa semangat kebangsaan antara lain seperti berikut.
1)      Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau golongan.
2)      Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negaradan bangsa apabila diperlukan.
3)      Mengembangkan rasa semangat kebangsaan.
4)      Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
5)      Memelihara ketertiban dunia yang bedasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
6)      Memelihara ketertiban duniayang berdasarkan Indonesiaatas dasar Bhineka Tunggal Ika.
7)      Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal ini semua hendaknya dilakukan dalam rangkaian kesatuan seluruh sila pancasila.
Penghayatan pancasila khususnya yang berkaitan dengan sikap semangat kebangsaan dapat diwujudkan dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.[5]
a)      Lingkungan keluarga
·      Menghormati orang tua dan orang yang dituakan dalam keluarga.
·      Bersedia membimbing dan menasihati adik.
·      Menjalankan norma-norma yang ada di keluarga.
b)      Lingkungan sekolah
·      Dalam pergaulan tidak memilih teman.
·      Mengikuti setiap upacara bendera.
·      Berangkat sekolah tidak pernah telat.
c)      Lingkungan masyarakat
·      Menaati peraturan yang berlaku di masyarakat.
·      Menghormati sesama warga.
·      Ikut kerja bakti.[6]



IV.KESIMPULAN
Memahami dan mengerti sejarah sangat pentingbagi suatu bangsa agar bangsa tersebut dapat mengambil hikmah (pelajaran) dari kejadian masa lalu tersebut. Sejarah merupakan peristiwa politik pada masa lalu dan peristiwa plitik pada masa sekarang yang akan menjadi sejarah pada masa mendatang. Para siswa perlu dilatih bagaimana dalam belajar PKn dapat mengambil makna dari sejarah perjuangan bangsa untuk dijadikan pelajaran pada masa kini dan esok.
Suatu peadaban dan kebudayaan tidak lahir dengan sendirinya secara tiba-tiba. Untuk membentuk dan melahirkan suatu peradaban diperlukan waktu dan proses transformasi (pewarisan) yang inovatif serta proses pengembangan ke arah yang semakin maju. Proses tersebut antara lain dijalani melalui pendidikan sejarah bangsa.
Membelajarkan sejarah kepada siswa pada hakeketnya adalah membantu siswa meningkatkan keterampilan berpikir melalui kajian peristiwa masa lampau. Guru hendaknya dapat membantu peserta didik untuk berpikir bukan hanya mempertanyakan apa, siapa dan kapan, melainkan perlu mempertanyakan mengapa dan bagaimana.
Pembelajaran sejarah yang baik adalah pembelajaran yang dapat membuat anak menjadi peka bahwa orang tidak akan mengalami peristiwa serupa dengan cara yang sama di masa mendatang.
 Sejarah dalam pkn harus secara aktif melibatkan siswa dalam proses penelitian sejarah agar dapat mengambil makna sejarah. Para siswa hendaknya belajar bagaimana memikirkan lagi argumen yangdikemukakan oleh para sejarahwan, mempertanyakan interpretasi sejarahwan terhadap suatu fakta dan peristiwa, dan memberikan masukan alternatif tentang penjelasan peristiwa.
Hal ini semua hendaknya dilakukan dalam rangkaian kesatuan seluruh sila pancasila.
Penghayatan pancasila khususnya yang berkaitan dengan sikap semangat kebangsaan dapat diwujudkan dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.


d)     Lingkungan keluarga
·      Menghormati orang tua dan orang yang dituakan dalam keluarga.
·      Bersedia membimbing dan menasihati adik.
·      Menjalankan norma-norma yang ada di keluarga.
e)      Lingkungan sekolah
·      Dalam pergaulan tidak memilih teman.
·      Mengikuti setiap upacara bendera.
·      Berangkat sekolah tidak pernah telat.
·      Tidak berbuat anarkis didalam dan dilingkungan sekolah.
·      Patuh terhadap segala peraturan disekolah.
f)       Lingkungan masyarakat
·      Menaati peraturan yang berlaku di masyarakat.
·      Menghormati warga yang tua dan diyuakan.
·      Menghormati sesama warga.
·      Ikut kerja bakti.[7]


V.PENUTUP

Demikianlah makalah yang dapat saya susun, saya menyadari bahwa makalah saya susun ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang sangat membangun saya harapkan. Apabila ada kekurangan dan kesalahan dalam makalah yang telah saya susun ini, baik dari segi penulisan maupun dari segi isi saya mohon maaf, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.


[1]Drs. Sapriya, M.Ed, Pendidikan Kewarganegaraan Model Pengembangan Materi Dan Pembelajaran, (Bandung : Rizki Offset ,2003), hlm.67-72
[2]Drs. Sunardi  h.s dan Drs.Mas’ud Asy, Pendidikan  Pancasila Dan Kewarganegaraan Untuk Kelas 3 Sltp Semester 1 dan 2 (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2003) hlm. 7
[3]Drs. Djarmanto, Panduan Belajar Ppkn Smu Untuk Kelas1 (Salatiga : Erlangga, 2003), hal,1-3
[4]Drs. Sunardi  H.s dan Drs.Mas’ud Asy, Op . cit  hlm 13
[5]Bambang  Suteng S.,dkk, Panduan Belajar Ppkn Smu Untuk Kelas1 (Salatiga : Erlangga, 2003), hlm. 9-10
[6]Drs.Windu Winata W. M.pd & Drs. Supriyanto Wm. Pendidikanpancasila Dan Kewarganegaraan Untuk Kelas 3 smu (Solo: Pt Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2003), hlm. 9
[7] Bambang Suteng S.,dkk, Op. cit. hal 60

SEJARAH PERJUANGAN BANGSA DAN SEMANGAT KEBANGSAAN Rating: 4.5 Diposkan Oleh: ROBINN

0 komentar:

Post a Comment